SUKA TIDAK SUKA JOKOWI DUA PERIODE


MEMBACA SKENARIO
 JOKOWI  DUA PERIODE
Jokowi menang pilpres 9 Juli 2014. Hari ini, 21 Juni 2018, Jokowi sudah empat tahun jadi presiden Indonesia. Hari ini, Kamis 21 Juni 2018 Jokowi ulang tahun ke 57. Anak Sudjiatmi dan Noto Miharjo ini menderita sejak kecil. Rumah ayahnya digusur dan terusir dari bantaran kali Bengawan Solo di Surakarta. Karena penderitaan itu maka Jokowi jauh dari sifat angkuh. Tidak sombong dan menghindari tabiat jumawa. “Saya ucapkan selamat ulang tahun kepada Pak Jokowi dan berharap Allah senantiasa memberikan kesehatan kepadanya, kekuatan dan ketegaran selama menjalankan kepemimpinannya membangun masa depan Indonesia ke arah yang lebih baik,” kata Ki Pagarimba, cenayang dari Hutan Panggaru, Semendawai Timur, Sumatera Selatan.
            Gerakan menggusur Jokowi secara konstitusional pada pilpres 2019 begitu massiv. Tagar ganti presiden menggelegar dengan demo demo turun ke jalan ingin Jokowi lengser. Media sosial juga gencar menyuarakan ganti Jokowi setelah Mardani Ali Sera, Amien rais, Fadli Zon mengajak orang banyak mengganti Jokowi. Tapi siapa pengganti yang bakal menggantikan, tidak ada yang tahu. Dukungan kepada jagoan Partai Gerindra pun tidak bulat. PKS lain, PAN lain dan yang lain pun lain lagi.
            Namun Ki Pagarimba yang tak dekat sama Jokowi tak dikenal oleh Jokowi melihat “gah” gaib bahwa Jokowi dua periode. Pagarimba tak punya kepentingan Jokowi menang atau Jokowi kalah. Namun keahliannya sebagai “supramistika” membuat dia seratus persen meyakini bahwa Jokowi lah pemimpin yang terbaik pilihan mayoritas rakyat 2019. Apa yang digelindingkan Partai Demokrat, pasangan JK dan AHY, tumbang. Apa yang digelindingan Pranowo-Ahmad Heryawan, juga tumbang. “Skenario Allah sebagai penentu dan manusia bisa sangat sedikit mengintip skenario itu. Dan, insya Allah tidak meleset, bahwa Jokowi lah presiden 2019-2024 Indonesia!” tutur Ki Pagarimba, narsum khusus majalah Misteri yang tak pernah meleset dalam meramal. Dokumen ramalan itu menyangkut Jokowi menang di DKI sebagai gubernur. Lalu, katanya, hanya dua tahun Jokowi di DKI dan jadi presiden kalahkan Prabowo. Dan, semuanya tepat. “Bukan karena cerdas dan jago meramal, tapi intipan kecil yang bisa melihat sesuatu di depan. Sesuatu ilmu supranaturisme weruh sakdurunge winarah,” ungkapnya pada blog Mystery.
            Apakah Jokowi calon tunggal di pilpres 2019? “Tidak, ada tiga poros bertarung dan jujur saja sengit. Ketat, bahkan nyaris terancam kalah. Tapi skenario itu tidak berubah. Jokowilah yang unggul walau kecil,” katanya. Boleh percaya boleh tidak. Bahkan boleh diabaikan. Kebenaran mutlak milik Allah Azza Wajalla dan manusia hanya bisa mengintip sedidit. Menghitung secara supramistika dan metafisika dengan cara penuh keterbatasan.****

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HAJI BULGANON HASBULLAH AMIR ORANG KAYA RAYA YANG DERMAWAN..

Dunia Supramistika Tia Aweni D.Paramitha

Pengalaman Abang Bulganon Amir Mursyid Spriritual Tangguh Yang Dapat Bisikan Masuk Neraka