Oleh: Dewi Kalamukti
SAAT BAYI DIBUANG KE BAK
SAMPAH
DIMAKAN SEMUT
BAYI
PEREMPUAN DIBUANG DI BAK SAMPAH DIKERUBUTI SEMUT MERAH. HAJI JAMAL HASAN MENGAMBIL
BAYI ITU DAN DIRAWAT.
BAYI
ITU TUMBUH SEHAT DAN BESAR. PADA SAAT REMAJA, ASANTI, NAMA SI BOCAH TERBUANG
ITU, JADI AHLI WARIS TUNGGAL KEKAYAAN
HAJI JAMAL HASAN. SOALNYA HAJI JAMAL DAN HAJJAH ROKIAH, PASANGANNYA, TAK PUNYA
ANAK. ASANTI DIJADIKAN ANAK SAH SECARA HUKUM MELALUI ADOPSI.
Haji Hasan Jamal dan
hjjah Rokiah sangat menyayangi Asanti. Begitu juga dengan Si Gadis, dia tahu
bahwa orangtuanya dalah Haji Jamal dan Hajjah Rokiah.
Kekayaan
yang diterima Asanti sbesar Rp 600 milyar rupiah. Baik itu barang tidak
bergeran maupun barang yang bergerak. Serta emas sebeart 49 kilogram.
Namun
di luar dugaan datanglah Siti Marfuah. Dengan berkeras melalui bukti bukti dan
saksi Siti Marfuah katakan pada Asanti bahwa dialah ibu kandungnya. Siti
seorang pelacur di Batam. Dia bekerja pada sebuah nit club Rigeni Palace dan
jadi germo.
Kebetulan
wajah Siti Marfuah dan Asanti sangat mirip. Dari hidung, bentuk oval wajah,
telinga, kulit dan hidungnya sama persis. Bahkan dijuluki pinang dibelah dua.
Siti Marfuah yang berubah dengan nama club malam Suzan, disantuni oleh Asanti.
Setiap bulan dikirim uang dari Jakarta ke Batam. Tetapi Suzan terlibat sindikat
narkotika dan pemakai sabu sabu berat.
Kekasih
Suzan, John Kamron, pengedar sabu sabu di Batam. Bahkan dia pemasok utama di
Riau Kepulauan dari laur negeri. Suatu hari, Suzan tertangkap polisi BNN. Suzan
ditahan dan dikenai pasal pidana pengedar narkotika dengan ancaman hukuman
seumur hidup.
Mendengar
ibunya terancam, Asanti datang dengan pengacara kondang Kelik Janoe SH. Kelik
berusaha memutar keadaan agar hukuman Suzan tidak berat. Diakali sebagai
korban, bukan pengedar. Karena berhasil mengumpulkan data dan fakta hukum,
akhirnya Suzan tertuduh sebagai pemakai, bukan pengedar. Dan bukan ditahan di
penjara tapi direhabilitasi di Lido, Bogor.
John
Kamron yang menyukai Asanti, berusaha menculik gadis cantik itu. Suatu hari
Asanti berhasil diculik dan disimpan di tempat tersembunyi di hutan Pagayau,
daerah pedalaman Riau. Asanti diperkosa dan terancam dibunuh.
Hati
dan fisik Asanti hancur. Namun pengacara Kelik Janoe SH bersama tim polisi
mencari persembunyian John Kamron dengan korbannya Asanti. Melalui deteksi satelit
markur, didapat lokasi dan kelik Janoe cs menemukan John. Terjadilah baku
tembak dan John tewas. Asanti dibawa pulang dalam keadaan fisik terluka parah
dan wajah yang rusak. Namun Kelik Janoe membawa Asanti ke rumah sakit dan
sembuh. Bahkan wajahnya yang rusak kembali pulih.
Asanti
dan kelik janoe menikah dan kini sudah punya dua anak. Lelaki dan wanita.
Mereka berbahagia di Yogyakarta dan Asanti yang sarjana hukum buka praktek
konsultan hukum khusus untuk rakyat jelata. Mereka berdua hidup bahagia bersama
rakyat kecil yang buta hukum dan mengajari rakyat tentang hukum dan keadilan di
daerah Istimewa Yogyakarta. ****

Komentar
Posting Komentar