KESAKSIAN TRAGEDI 1998; JANGAN TERULANG LAGI!
KESAKSIAN AGI SUGIYONO WARTAWAN WARTA KOTA TENTANG
TRAGEDI 1998
Kalau ingat tragedi Mei 1998, miris, pagi itu saya ada
liputan di kampus Trisakti. Setelah tragedi penembakan mahasiswa sehari
sebelumnya, tokoh2 reformasi datang ke kampus, ada WS Rendra, Megawati, alm
adnan buyung nasution dll. Begitu para tokoh keluar dari kampus, nggak lama
kemudian terjadi bakar2an. Saya terjebak di dalam kampus, nggak bisa keluar.
Mau keluar kampus menuju redaksi, jalanannya sudah diblokade tentara. Pom
Bensin samping kampus di grogol sudah di bakar. Gas air mata menyiram kampus,
kami lari tunggang langkang menyelamatkan diri. Sambil mengusap mata yang pedih
kena semburan gas air mata. Kami menyelamatkan diri, masing2 cari perlindungan.
Di luar terdengar tembakan berkali kali. Saya ngumpet di pojok ruangan, sambil
membasahi mata dg air kran. Mata perih. Setelah agak reda, sy keluar kampus
sore menjelang petang, melewati barikade tentara, dengan menunjukkan kartu
pengenal. Suasana mencekam, takut terkena peluru nyasar. Sy buru2 melaju pake
sepeda motor, berboncengan dg teman, melawan arus, menuju ke pamerah. Malam
makin mencekam. Dari redaksi saya memantau suasana jakarta sudah jadi lautan
api. Sampe malam tertahan nggak bisa pulang karena api berkobar dimana mana.
Pasar palmerah, samping kantor, dibakar. Rumah2 di depan kantor redakai ikut
terbakar. Kantor kami dijadikan tempat mengungsi. Saya baru bisa pulang ke
cimanggis subuh, naik motor lewat tol. Ini pertama kali saya bw kendaraan roda
dua lewat tol.
Kanan kiri tol masih terlihat percikan api dan kepulan asap bekas mobil yang dibakar, puing2 kendaraan berserakan di jalan.
Keadaan miris waktu itu, tidak menentu, dan saya nggak mau negara ini terjadi kerusuhan seperti 21 tahun yg lalu....
Kanan kiri tol masih terlihat percikan api dan kepulan asap bekas mobil yang dibakar, puing2 kendaraan berserakan di jalan.
Keadaan miris waktu itu, tidak menentu, dan saya nggak mau negara ini terjadi kerusuhan seperti 21 tahun yg lalu....


Komentar
Posting Komentar