PERNYATAAN MENANG PILPRES 2019-2024 BIKIN MALU
PENGAKUAN MENANG
PILPRES 2019-2024
BIKIN MALU
Ternyata
kita punya banyak tokoh politik tenar tapi tidak bermartabat. Artinya,
politikus thok, bukan negarawan. Lha, yang bermartabat itu yang bagaimana sih?
“Yang
mulia itu, adalah negarawan, orang yang lebih mementingkan negara dan bangsa
daripada kerabat, famili, partai dan capres jagoannya,” kata pengamat tata
negara, Diano Nimkan.
Amien Rais, dulunya dihormati sebagai
tokoh reformasi. Namun, belakangan tak layak lagi dihormati karena bukan
negarawan. Sebab, Amien Rais, tidak lagi berjuang demi kepentingan bangsa, tapi
berusaha untuk memulyakan kroni. Dia lebih mementingankan kepentingan capres
dukungan daripada bangsa dan negara ini. Buktinya, belum belum sudah mencurigai
KPU curang dan Mahkamah Konstitusi tidak adil. Jika dukungannya, Prabowo, kalah, maka dia akan mengerahkan massa people
power. Lha ini bukan menuruh perang antar anak bangsa? Pendukung Prabowo yang
banyak akan dihadapkan dengan pendukung Jokowi yang juga banyak? Lantas,
berkelahi, bentrok antar anak bangsa. Maka itu, Amien Rais bukan lagi
negarawan, tapi pemantek keributan. Siang tadi Amien Rais berada di sebelah
kanan Prabowo beri keterangan pers tentang kemenangan Prabowo. Berdasarkan real
count Prabowo-Sandiaga menang Pilpres 2019-2024 dan merekalah presiden dan
wakil presiden.
“Real
count itu yang berhak mengumumkan dan memutuskan adalah KPU. KPU belum
memutuskan mereka putuskan duluan. Lha, ini bukankah pengingkaran terhadap
lembaga negara yang dilindungi undang undang dan sesuai konstitusi? Apalagi,
real countnya didapat dari hasil hitungan cepat lembaga internal mereka. Kok
bisa?” tanya Diano Nimkan tak menuntut jawab. Hal ini membuat pembodohan
demokrasi dan pembodohan rakyat. Yang ilmunya terbatas akan anggap
bahwa mereka
benar, dan mereka presiden terpilih. Padahal terpilih itu keputusan KPU dan
diumumkan 22 April 2019 yang akan datang. “Bagaimana kita mau bercaya dengan
orang orang ini? Katanya negarawan tapi tidak patuh pada konstitusi dan undang
undang,” kata Diano. Di belakang Prabowo ada jenderal purnawirawan Joko
Santoso, ketua timses dan banyak tokoh politik tenar lain. Kok begini ya, orang
yang selama dihormati di negeri ini cara berpolitiknya. Semua tidak memberikan
contoh yang baik pada anak bangsa ini. Mereka hanya berfikri menang dan
berkuasa, dengan mengabaikan konstitusi dan undang undang. ***
Komentar
Posting Komentar