BAGAIMANA DAN KE MANA SERTA APA YANG TERJADI PADA KITA SAAT MENINGGAL DUNIA. PERNAHKAH ANDA BERFIKIR DAN MIKIR SOAL ITU?
KE MANA DAN BAGAIMANA
SETELAH KITA MATI? PERNAH ANDA BERFIKIR SOAL ITU?
Soal roh
adalah urusanku. Kamu takkan tau masalah roh, kecuali hanya sedikit. Itu sabda
agung Allah Azza Wajalla dalam kitab suci. Yang sedikit itulah yang dipelajari
Kiyai Asep Seta, parapsikologis mistika,
wakil ketua Kosgoro Banten, dalam satu wawancara khusus dengan
Portal-Mystery.Blogspot.Com di rumahnya yang mewah di Pondok Bahar, Kota
Tangerang, Banten.
“Saat
manusia meninggal, malaikat maut, Isroil ambil roh dan diterbangkan di suatu
tempat. Intinya, roh itu kembali ke Allah Yang Maha Pencipta. Allah Azza
Wajalla yang menciptakan manusia, yang menjadikan manusia dari Rahim ibunya,
lalu diambil kembali ke haribaan Allah Yang Maha Suci. Lalu, setelah roh pergi,
tinggallah bangkai manusia, kemudian dikubur dan hancur menjadi tanah. Asal
tanah menjadi tanah, kembali ke tanah. Setelah orang terakhir, tujuh langka
meninggal makam, apakah jenazah yang membusuk itu yang ditanya oleh malaikat
Munkar dan Nakir? Bukan, yang ditanya itu adalah jiwa. Jiwa (Nafs) Sang
Jenazah, melayang ke suatu tempat yang ditentukan. Jiwa laha yang ditanya
malaikat. Bukan jenazah yang terbujur kaku. Jiwa lah yang mendapat cercaan
ragam pertanyaan dan jiwa lah yang disiksa di alam Barzah. Jadi manusia itu
terdiri dari tiga unsur. Jasat, jiwa dan roh. Roh kembali ke Sang Pencipta dan
yang menciptakan. Jasat hancur di dalam tanah dan jiwa yang terbang melayang
lalu sandar di suatu tempat yang misterius berhadapan dengan Malaikat Munkar
dan Nakir,” cerita Kang Asep, demikian kiyai ini biasa dipanggil.
Soal
neraka dan surga, itu stelah hari kiamat nanti. Semua akan menjalani timbangan
dosa dan pahala. Timbang keburukan semasa hidup dan kebaikan semasa hidup.
“Bila berat timbangan baik, maka Allah Azza Wajalla akan menempatkan dia dalam
surga. Yang bersangkutan akan bertemu malaikat Ridwan, penjaga pintu surga lalu
mempersilakannya masuk. Bila timbangan kejahatannya banyak daripada kebaikan,
maka akan bertemu malaikat Malik, dan dilemparkan ke api neraka,” demikian Kang
Asep.
Yang
diadili adalah jiwa, sedangkan roh sudah selesai, kembali suci di kekuasaan
Allah Yang Maha Rahman dan Rahim. Maka itu, masuk neraka atau surga adalah
jiwa, nafs tadi, yang maujud dalam bentuk manusia muda seperti bentuk aslinya
semasa hidu di dunia,” ungkap Kang Asep.***

Komentar
Posting Komentar