SUDIRMAN SAID NGAKU TAHU SIAPA ELIT YANG SURUH SIRAM AIR KERAS KE NOVEL BASWEDAN
Sudirman Said
Tahu Siapa Elit di Balik Penyiraman Air Keras ke Novel Baswedan
Sudah
871 hari kasus penyiraman air keras pada Novel Baswedan belum terungkap. TGPF,
tim gabungan pencari fakta kasus itu, belum berhasil mengungkap fakta. Mereka
diprotes oleh pendukung KPK. Mereka demo depan KPK, marah pada TGPF.
Sebab. tidak satupun tersangka lapangan
ditemukan. “Tersangka lapangan saja tidak ditemukan, apalagi tersangka elit di
balik itu,” kata mereka.
Mantan
menteri ESDM Sudirman Said di Kompas TV malam ini, Rabu Pon 17 Juli 2019, sebut, dia tahu siapa elit pelaku penganiayaan
pada Noven Baswedan. Ketika didesak oleh host Kompas TV Budiman Tanurejo, siapa yang dia tahu, Sudirman ngeles.
“Saya tidak
tahu siapa,” katanya. Maksdunya dia sudah mencium, yaitu penemuan TGPF bahwa
Novel dianiaya karena kewenangannya yang besar sebagai penydik KPK. “Karena
kewenangan itu dia dianiaya. Gampang kan menemukan mereka, sudah bisa diendus!”
sorongnya.
Konyol juga,
katanya tahu siapa, tapi ternyata tidak tahu apa-apa. Kader PDIP dan anggota
DPR RI terpilih, Charles Honoris, mengharap jangan mengomentari terlalu jauh
dan negatif TGPF ini. Sebab mereka masih bekerja. Jangan jangan karena banyak
komentar yang begini ini, malah merusak kerja TGPF yang masih berjalan.
Haris Azhar, aktifis HAM keras
mengomentari kerja TGPF yang dikatakannya gagal. Tapi Ali Muhtar Ngabalin suka
Haris keras kritik TGPF dan polisi yang tak berhasil temukan pengaiaya Novel
Baswedan. Ngabalin suka Haris Azhar itu keras mengkritik TGPF. Tapi saying,
Haris kurang keras, harusnya lebih keras lagi, biar TGPF tertantang untuk
menemukan siapa pelaku dan siapa elit di balik penyiraman air keras itu.****

Komentar
Posting Komentar