Apartemen Berhantu di Jakarta...


Apartemen Berhantu Jakarta


           Tidak ada satupun apartemen di ibukota yang tidak ada hantunya. Semua berhantu dan itu bisa dibuktikan.
Cuma, memang  ada apartemen yang sering mengalami apes. Artinya,  sering terjadi penampakan. Bahkan bisa menjungkalkan anak kecil dan mati seperti yang terjadi bulan lalu di apartemen Cilandak, Jakarta Selatan. Anak kecil main hujan di lantai 14 dan dijorokin, jatuh ke dasar dan mati bersimba darah. Duh Gusti?

 “Yang paling sering terjadi penampakan dan dilihat oleh banyak warga penghuninya adalah apartemen Adigung, Jakarta Barat, apartemen Pakubuwono, Jakarta Selatan dan apartemen Prisma di Jakarta Pusat,” ungkap Suhu Loh Peng Neng, pada Misteri, di kediamannya di Kota Tangerang, provinsi Banten.

          Suhu Loh Peng Neng, adalah ahli hong shui yang banyak diberdayakan oleh pengembang apartemen untuk menangani masalah feng shui sebuah apartemen. Dia dimintai pendapat tentang posisi bangunan, menghadap ke arah mana, tentang posisi eksterior, interior dan gardening agar apartemen itu nyaman, laku keras dan aman dari bencana.

          Sebagai pakar feng shui yang beragama Islam, mualaf, Loh Peng Neng yang bernama baru Ki Suro Wardoyo ini, juga ahli dalam melihat hantu-hatu serta makhluk alam astral lain yang ada di sekitar kehidupan manusia. “Ilmu geng shui itu adalah ilmu keseimbangan alam, yin dan yang, ilmu tata letak bangunan, ilmu chi, ilmu energi dan ilmu metafisika kuno peninggalan leluhur di Tiongkok. Tapi ilmu perhantuan, makhluk halus, adalah ilmu gaib, ilmu yang hanya dikuasai oleh orang beragama Islam,” desis Loh Peng Neng, ayah empat anak kelahiran Pontianak, Kalimantan Barat, 23 Januari 1962 ini, sambil menghisap rokok kelobot menyannya, di rumahnya yang antik, mirip rumah hantu di Dunia Fantasi, Ancol, Jakarta Utara.

          Pada malam Jumat Kliwon, Kamis, 14 Februari 2013 pukul 24.00, Loh Peng Neng melakukan ritual pemanggilan hantu di apartemen Pakubuwono, Jakarta Selatan. Di bawah pohon rindang depan apartemen, di dalam mobilo tuanya, Holden Kongswood tahun 69, Loh Peng Neng menggunakan apel jin, madat Turki dan kemenyan Arab untuk memanggil hantu-hantu dari apartemen berlantai 16 tersebut. Hantu Gorcak, penghuni tetap apartemen itu, maujud dan mendatangi Loh Peng Neng. Bentuk hantu itu mirip pocong, berselimut putih dan berwajah rata. “Hantu Gorcak itu tidak punya mulut, hidung dan tidak bermata. Tapi dia bisa berjalan tanpa nabrak, karena dia hanya asap, angin dan udara kosong.  Yang bisa melihat dan bebicara, hanya orang yang berilmu linuwih, orang indigo dan orang tirakat seperti saya. Banyak pakar hantu, tapi mereka tidak mau memanggil hantu apartemen karena tidak ada gunanya,” ungkap Loh Peng Neng. Pakar hantu, biasa nya hanya mau bekerja dan baru bekerja bila ada yang order. Kalau tidak, mereka malas.

          Pada apartemen Pakubuwono ini, sudah banyak orang melihat hantu pocong di areal parker dan halaman apartemen. Seorang anggota security yang tak mau disebutkan namanya, menyebut, bahwa di pohon sebelah apartemen, banyak bergelantungan kuntilanak dan dia sudah berulang kali melihat. “Nah, satpam yang bisa melihat hantu-hantu itu adalah satpam yang punya ilmu linuwih, dia rajin tirakat dan punya bakat sebagai manusia indigo,” imbuh Loh Peng Neng.

          Pernah suatu kali, di situ dilakukan syuting program TV Reality Show, untuk sebuah stasiun kenamaan Jakarta. Acara itu berhubungan dengan hantu pocong buatan, untuk menakut-nakuti seorang target. Target yang dituju adalah seorang gadis penghuni apartemen. Sebutlah bernama Nely. Nely tidak tahu kalau dia akan ditakut-takuti oleh pocong ecek ecek bernama Dona, teman baiknya, yang dimake up mirip dengan pocong. Dona yang berambut panjang sebahu, diurai secara semrawut, matanya dibuatkan seperti bolong, cat hitam dan kulitnya semua putih oleh bedak basah. Bajunya, adalah baju putih seperti kain kafan mayat.

          Pada saat target yang mau ditakuti melintas di ruang parker baseman apartemen, Dona mulai merayap di suatu pojon yang sepi. Peristiwa itu dilakukan tengah malam menjelang pukul 00.00, menuju dinihari. Kamera telah terpasang di beberapa penjuru ruang parker secara tersembunyi, dengan monitor di dalam OB Van, dikontrol oleh sutradara PH, Oddy Oncos, yang mengatur semua adegan Dona menggunakan klip on aktif dan menuruti apa kata perintah sutradara di dalam OB Van. Dona boleh mundur atau maju bila sutradara telah memerintah.

          Suasana malam itu sangat sepi, sunyi dan begitu wingit. Tidak ada manusia yang lewat dan tidak ada suara yang terdengar di perparkiran apartemen tersebut. Begitu target mau lewat dengan tiga temannya, mau masuk ke pintu lift nomor 4, Oddy memerintahkan Dona bergerak maju agar sosoknya dapat dilihat oleh sasaran. Tapi saying, Dona tiba-tiba mendengar ada suara langkah kaki dari belakang yang mengikutinya, gesekan kaki sosok itu sangat jelas terdengar oleh Dona. Maka itu, Dona pun terpaksa harus membalik kepalanya melihat siapa di belakangnya. Duh Gusti, Dona pun tersentak dan jantunbgnya tiba-tiba berdebar hebat. Arkian, ternyata ada pocong asli di belakangnya. Hantu pocong yang benar-benar nyata, yang menghuni daerah itu, jauh hari sebelum apartemen dibangun. Dona tersentak kaget, takut lalu pingsan tak sadarkan diri.

          Oddy pun, sang sutradara yang ada di
layar monitor, melihat pocong asing di belakang Dona, yang ternyata pocong sungguhan dan Oddy pun, terserang pen yakit jantung lalu anfal, paginya dimasukkan di UGD rumah sakit Cipto Mangunkusumo. Sementara Dona, dirawat di rumah sakit RSPA dan menderita trauma hebat.

          Hingga saat ini, Oddy dan Dona tidak mau lagi membuat program hantu-hantuan dan acara reality show itu pun, diberhentikan tayangnya.
          “Jadi, tolonglah, kalau tidak punya ilmu, atau tidak didampingi oleh pakar, janganlah bermain-main dengan hantu. Hantu itu juga seperti manusia, ada rasa tersinggung dan rasa ingin marah jika ada orang yang tidak mengerti dunia mereka tapi bermain-main seenaknya. Nah, hantu yang menjelma di belakang Dona itulah hantu Gorcak, hantu yang bisa menyerupai apapun, bisa berbentuk seperti pocong, manusia atau anjing piaraan,” kata Loh Peng Neng.

          Belakangan, sejak ritual itu, Hantu Gorcak menjadi teman baik Loh Peng Neng. Bahkan, atas permintaan pribadinya, Hantu Gorcak sekarang berada di rumah Loh dan tidak lagi menempati Apartemen Pakubuwono, Jakarta Selatan tersebut.

          Selain di apartemen ini, banyak kejadian penampakan hantu di ratusan apartemen di Jakarta. Bahkan, hantu-hantu di apartemen Mall Anggrek, Jakarta Barat, bahkan hantunya lebih banyak. “Sebab tanah pertapakan apartemen itu dulunya tanah kuburan dan wilayah itu, menjadi terminal para hantu, jin Ifrit dan sepuluh Jin Tomang yang bertubuh tinggi besar. Hampir semua hantu senang akan ketinggian dan mereka mencari tempat yang paling tinggi untuk diam. Hantu yang sedang tempat bawah, becek dan kotor hanya Hantu Legu, hantu yang bertubuh pendek, bulat dan gemuk. Hantu Legu, banyak menghuni kali dan sungai-sungai yang mengitari kota Jakarta ini,” tutup Loh Peng Neng.***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HAJI BULGANON HASBULLAH AMIR ORANG KAYA RAYA YANG DERMAWAN..

Dunia Supramistika Tia Aweni D.Paramitha

Pengalaman Abang Bulganon Amir Mursyid Spriritual Tangguh Yang Dapat Bisikan Masuk Neraka