Sebuah Rumah Mewah di Atas Tanah Yang Luas Ternyata Sangat Angker...


          Disiksa Hantu
   Rumah Kosong

          Karena pekerjaanku di BSD, maka aku harus melewati kawasan perumahan elite Alam Sutra, Kota Tangerang Selatan, sebutlah begitu.  Setiap pulang malam, aku melewati Jalan Boulevard yang ditumbuhi rerimbunan pohon sengon di sisi kiri dan kanan jalan.  Dari kawasan itu, mobilku masuk ke Jalan Jelupang lalu menuju ke Blok A 10,  Pinang Indah Barat, Kota Pinang, daerah perumahanku.
          Pada Malam Jumat Kliwon, 7 Januari 2011, ban belakang kanan mobil toyota harrierku ku tiba-tiba pecah. Ban bukan tubles itu meledak pas setelah aku melewati gerbang cluster Ebony, sebutlah begitu, yang di kiri kanan jalan dipenuhi oleh pohon sengon dan mahoni.
          Pecah ban dalam kecepatan cukup tinggi, 60 kilometer per-jam, maka sedan toyota harrier ku nyaris nabrak pohon karena oleng. Stabilitas kendaraan langsung terganggu karena salah satu ban belakang kempes total. Beruntung, sikap refleks ku masih cukup bagus dalam menyetir. Sehingga, kendaraanku langsung bisa aku rem total dan mobil ku berhenti di bawah pohon rimbun, pohon mahoni yang  gelap. Gelap karena lampu penerangan jalan sedang mati.
          Tidak jauh dari kawasan pepohonan rindang, tidak jauh dari hutan taman kompleks tempat mobilku mogok, ada sebuah rumah tingkat tiga yang kosong. Rumah besar yang sudah lama tidak ditempati lagi oleh pemiliknya. Rumah itu berukuran  panjang 500 meter dan lebar  800 meter.  Rumah yang super besar bagaikan hotel itu, memiliki kolam renang, taman bunga yang luas dan studio musik yang luas. Dulunya rumah itu tempat latihan musik klasik orchestra John Phil Harmonic dengan pemilik asal Inggeris John Mayer London. Pengusaha minyak yang juga pemain piano klasik yang handal.
          Pada tanggal 12  Mei, Kamis Kliwon tahun 2011, John Mayer London dirampok. Karena John melakukan perlawanan dengan menembak, maka empat orang perampok membunuhnya. Istrinya juga, Nyonya Victoria Anna, juga dibunuh. Sementara dua anak laki-lakinya yang masih kecil, juga dihabisi oleh perampok sadis itu.
          Jantungku  berdetak hebat, tatkala aku mendengar suara lolongan anjing dari arah rumah itu. Suara anjing ras yang mirip sekali dengan suara sirigala di film-film horor. Suiasana jalan sepi, tidak ada mobil,motor maupun sepeda yang lalu lalang di situ. Mungkin karena larut malam, semua aktifitas terhenti dan warga mengurung diri untuk terlelap di rumah masing-masing.
          Aku membuka ban, mendongkrak kendaraan dan berusaha secepatnya mengganti ban yang pecah itu. Namun suara anjing itu sangat menggangguku. Nyaliku ciut dan terguncang oelh suara mengerikan itu. Biasanya, kata orang, jika anjing melolong di malam hari, ada hantu yang dilihatnya. Pikirku, anjing itu pastilah menyalak hantu yang sedang lewat di hadapannya. Atau, bisa saja hantu itu ada di dalam rumah tua milik orang asing yang sudah lama tidak ditempati itu.
          Aku buru buru mendongkrak ban belakang kanan yang pecah. Sekalian aku mengeluarkan ban serep yang ada di runang belakang mobil. Namun suara anjing ras yang melolong  itu makin keras dan terasa semakin dekat. Belum sempat aku memasang ban, saat dongkrat sudah menaikkan roda, tiba-tiba ada langkah sepatu besi di belakangku. Aku mendengar suara sepatu itu dengan jelas. Untuk itulah, aku berpaling untuk melihat orang yang mendekatiku itu.
          Jantungnya seakan copot dan otakku seperti terkena palu. Sepasang kaki panjang di belakangnya, berbadan panjang pula namun tanpa kepala. “Tolong,” teriakku. Makhluk asing langsung memanjangkan tangannya dan menutup mulutku yang berteriak. Setelah aku merontah untuk kabur, tanhgannya makin memanjang dan menangkap bajuku hingga aku mundur kembali.
          Leherku lalu dicekik dan tangan nya yang satu lagi, memukul punggungku. Kasar sekali. Aku terjengkang dan terkapar di aspal. Sementara mulutku tak mampu lagi berteriak mengeluarkan suaraku untuk meminta bantuan orang.  Kaki bersepatu besi itu menginjak dadaku saat aku terjatuh. Dadaku  sesak dan terjangan kaki itu sakit sekali.
          Setelah itu, aku diseret ke dalam rumah kosong dan simasukkannya ke ruang tamu rumah besar itu. Di ruang itu aku tidak dapat melihat apapun, selain mencium bau bangkai manusia yang sangat menyengat. Tidak ada lampu listrik dan tidak ada sinar apapun dalam rumah itu. Maka itu, dalam keadaan masih sadar, aku tidak dapat melihat apapun. Termasuk sosok lelaki bersepatu besi tanpa kepala itu.
          Beberapa saat kemudian, aku merasakan ada puluhan makhluk mengitariku. Bukan hanya satu pria yang menyeretku tadi. Tapi banyak pria yang datang di situ untuk menyiksaku. Bahkan, bajuku dipaksa dibuka oleh mereka. Begitu juga dengan rok ku, dipaksa buka dan aku tidak bisa melawan mereka. Jangan melakukan perlawanan, berontak pun, aku tidak bisa lagi. Nafasku tinggal separuh dan tenagaku hanya tinggal 15 persen saja dari kekuatan tenagaku yang ada.
          Setelah itu, aku tidak ingat apa-apa lagi. Namun aku tahu, bahwa aku diperkosa secara bergiliran oleh mereka. Selanjutnya, aku pingsan tidak sadarkan diri. Begitu sadar, hari sudah pagi, matahari telah mencorong di timur, masuk dari kisi-kisi jendela ruang tamu rumah besar itu. Semua makhluk yang berjumlah puluhan di ruang itu, tidak ada lagi. Mereka telah menghilang, raib entah ke mana.
          Dengan sisa tenagaku, aku berusaha bangkit. Sedikit demi sedikit merangkak keluar ruang. Sesampainya di depan pintu, aku membuka pintu yang tidak terkunci dan keluar dengan terseok-seok. Aku berusaha berdiri dan terjatuh lagi. Lalu, dengan kepala pusing, aku merayap di lantai mencapai mobil ku yangh masih terparkir dalam keadaan didongkrak.
          Begitu mendekat ke mobil, aku melihat sebuah mobil sedan warna hijau, sedan tua Honda Accord, berhenti didekatku. Lalu seorang lelaki bertubuh tegak keluar dari mobil itu dan membantuku berdiri. Dia mengangkat tubuhku dan memasukkan aku ke mobilnya. “Kenapa Bu, Ibu kenapa seperti ini?” tanya pria itu, yang ternyata tetanggaku. Hardiman Koto, warga sekompleks denganku. Dia kebetulan lewat dan mengenali mobil ku saat terparkir dalam keadaan didongkrak.
          Setelah aku menceritakan apa yang aku alami, Herdiman Koto segera membawa aku pulang ke rumahku. Mobil ku akan diurus olehnya, diganti ban lalu akan dibawanya pulang. Dia akan naik motor ke lokasi kendaraanku itu bersama tetanggaku yang lain. Benar, akhirnya mobilku yang terkapar itu dipasang bannya oleh Herdiman Koto lalu dibawa pulang, dimasukkannya ke garasi mobilku di sebelah rumahku.
          Sejak dua tahun lalu, aku menjadi janda. Mantan suamiku, Mas Haryadi Taslam, menikah lagi dan aku menggugat cerai. Aku menolak untuk dimadu dan aku tidak mau dimadu. Setelah menjalani prosese peradilan agama, akhirnya hakim memvonis kami bercerai. Mediator tidak berjalan dan aku berkeras untuk bercerai. Untung juga, kami tidak punya anak, maka perceraian itu tidak menelan korban anak-anak.
          Karena mengetahui bahwa aku diculik hantu-hantu rumah kosong itu, Herdimen Koto lalu mendatangkan pakar penakluk hantu Ustad Muhamad dari Kinciran Mas. Ustad Muhamad mendeteksi diriku dan mengetahui bahwa aku telah diculik oleh 15 hantu rumah kosong. Bahkan, Ustad Muhamd mengetahui bahwa aku diperkosa oleh lima belas hantu biadab itu. Ustad Muhamad pun menjadi geram dan akan menangkap ke 15 hantu rumah kosong itu dan menyiksanya dengan hukuman rimba dengan caranya. “Saya akan balaskan dendam dan kemarahanmu ke pada hantu-hantu itu,” desis Ustad Muhamad, kepadaku.
          Aku tidak berbicara apa-apa. Aku hanya mengangguk dan berterima kasih kepada Ustad Muhamad yang rela bertaruh nyawa untuk meringkus lima belas hantu yang jahat itu. “Saya akan menghancurkan mereka. Saya tidak mau memindahkan ke laut selatan atau ke mana pun, tapi saya akan melumat mereka, biara mereka hancur dan tak akan hidup lagi, mengawang di dunia ini,” tekad Ustad Muhamad, kepadaku.
          Apa yang jadi tekad Ustad Muhamad, ternyata diwujudkannya. Dia benar-benar menyiapkan timnya berikut alat Ghost Busters nya untuk menjebak lima belas hantu rumah kosong itu.
          Malam Jumat Kliwon, 11 Februari 2011 pukul 23.00 tepat, Ustad Muhamad dan dua temannya, sudah memasang jebakan hantu di Jalan Boulevard, tempat rumah kosong itu. Karena aku penasaran kepingin tahu, maka, diam-diam aku mengajak Herdiman Koto untuk mengintip ritual mereka. Dengan sepeda motor milim Herdima Koto, aku dibonceng dan bersembunyi di balik pohon mahoni besar di seberang rumah kasong itu. Aku melihat Ustad Muhamad mengipasi dupa dan membakar kemenyan Arab yang disipakannya. Kemenyan Arab itu sangat disukai hantu dan menjadi makanan pokok hantu-hantu itu.
          Selain membakar menyenan Arab, aku juga melihat Ustad Muhamad menebarkan mewangian parfum Elizabeth Arden dan Samsara di sekitar rumah kosong itu. Mereka bertiga dengan tekun membacan mantra dan tepat pukul 24.00 tengah malam, lima belas hantu itu keluar. Ke lima hantu itu berpakaian tentara Eropa dengan sepatu besi dan topi laken khas kalangan cowboy.
          Dengan ilmu sakti mandragunanya, Ustad Muhamad lalu menyiramkan air jampi-jampi nya kepada lima belas hantu itu. Dan hantu bertubuh tinggi besar itu pun, tiba-tiba mengecil lalu ditangkap begitu saja oleh Ustad Muhamad seperti menangkap burung. Tangkapannya itu lalu dimasukkannya ke dalam peti lalu dikunci olehnya.
          Setelah dimasukkan ke dalam peti, tim itu pulang ke rumah Ustad Muhamad di Kunciran Mas untuk membakar ke lima belas hantu itu.  Aku dan Herdimen Koto mengikuti mereka hingga ke rumah Ustad Muhamad. Kami disuruh masuk ke gudang oleh Ustad Muhamad untuk menyaksikan bagaimana ritual membakaran itu berlangsung.
          Ustad Muhamad memerintahkan anak buah membuat perapian di panci besar. Arang ditumpahkan ke situ dan dibakar. Setelah itu arang dikipasi dan panci lebar itu pun menghasilkan bara. Setelah bara menyala, satu persatu hantu dikeluarkan dari kotak dan dibakar hidup-hidup. Yang pertama dibakar adalah Hantu Abordag, kepala hantu di rumah kosong itu, yang pertama menyiksa aku saa ban mobilku pecah. Abordag memberontak tapi Ustad Muhamad mencekiknya dan akhirnya mati, gosong terbakar.
          Setelah matang, hangus, Abordag ditelan oleh Ustad Muhamad, disantapnya seperti sate kambing. Setelah itu satu perastu hantu itu disate dan dimakan lagi oleh anak buah ustad hingga hantu yng sudah menhgecil sebesar burung kutilang itu, disantap oleh tim pemburu hantu itu.
          Belakangan barulah aku tahu, bahwa semua anggota Ustad Muhamad yang ahli menangkap hantu, adalah pemakan hantu-hantu. Untuk mematangkan ilmu mereka, mereka harus lebih banyak menyantap hantu yang mereka tangkap. Terhutama hantu jahat yang menyerang maupun memperkosa manusia seperti aku.
          “Sudah terlampiaskan dendam mu kan setelah melihat dengan mata kepalanya mu sendiri, hantu itu kami makan? Kami tidak mau memusnahkan hantu jahat, tapi memakan semua hantu yang jahat kepada manuhsia itu. Apalagi hantu pembunuh dan pemerkosa seperti mereka mereka itu,” kata Ustad Muhamad, kepadaku.
          Jujur saja aku akui, bahwa aku puas menyaksikan pembakaran ahntu itu. Mereka telah menjahatiku. Bahkan memperkosaku. Bukan hanya menyakiti fisikku, tapi merusak habis kehormatanku sebagai wanita.
          Aku merasa dendamku terbalaskan oleh ustad Muhamad cs. Hantu yang jahat harus dijahati pula oleh The Ghost Busters seperti Ustad Muhamad cs.  Aku pun berterima kasih sekali kepada Ustad Muhamad cs dan memberikan bantuan dana untuk kas mereka. Rp 50 juta aku keluarkan untuk kas mereka, sebagai modal untuk memberantas hantu-hantu yang lain. Khususnya hantu yang meresahkan masyarakat dan jahat keoada manusia.
          Empat  bulan setelah persitiwa itu, muncul masalah baru. Di luar dugaan, aku hamil empat bulan. Begitu diperiksa dokter kandungan setelah aku berhenti mestruasi, aku dinyatakan hamil. “Lha, aku hamil dengan siapa ya? Sementara aku tidak pernah berhubungan dengan pria manapun. Bahkan, ketika bersuami Mas Haryadi Taslam pun, selama beberapa tahun berhubungan, aku tidak hamil. Malah aku mengira aku mandul,” kataku, kepada teman baikku, Narlita Husada.
          Narlita Husada nyaris tidak percaya bahwa aku tidak pernah berhubungan seks sama sekali dengan pria manapun. Aku bahkan bersumpah kepadanya, bahwa aku tidak pernah melakuhkan hal itu dengan manusia manapun. Kecuali, ceritaku kepadanya, bahwa aku pernah diperkosa oleh lima belas hantu rumah kosong di jalan Boulevard.
          Narlita pun lalu mendorong aku mendatangi Ustad Muhamad  lagi. Ustad Muhamad  lalu mendeteksi aku secara khsusus. Aku tesentak kaget. Bahkan, saking kagetnya, aku hampir pingsan. Ustad Muhamad melihat bayi hantu yang memperkosa aku di dalam perutku. “Kau telah mengandung anak hantu yang memperkosamu. Janin itu harus dibuang. Jika tidak, dia akan menjadi penyakit di dalam perutmu. Kau akan terkena kanker berat, kanker rahim yang disebabkan oleh janin makhluk gaib itu,” ungkap Ustad Muhamad, kepadaku.
          “Bagaimana, mau dikuret, dibuang atau mau diteruskan janinmu itu hingga dilahirkan?” tanya Ustad Muhamad. “Dibuang saja, aku mau dikuret aja Ustad Muhamad. Sebab darhipada akan berbahaya bagi nyawaku, lebih bagus dibuang saja, dibersihkan,” jawabku.
          Dengan minuman air jampi-jampi Ustad Muhamad, jah akhirnya janin itu hancur dan keluar dari rahimku. Janin itu menjadi segumpal darah kental yang membentuk wajah srigala. Janin itu sudah tidak aktif dan meninggal dunia. Aku lalu mengubur janin itu dan aku doakan semoga janin itu diterima layak di sisi Allah.
           Kini, pada tahun 2014 ini, janin itu selalu hadir dalam mimpiku. Dia berbentuk seperti srigala dan selalu melolong setiap mendatangiku di dalam mimpi. Lolongannya sangat menyayat dan menakutkanku. Tapi, karena aku sadar bahwa dia adalah anakku, maka aku membuang rasa takut itu dan menjadikannya sebagai sahabat. Srigala itu makin lama makin besar. Bahkan, beberapa kali membantu aku di saat aku terdesak. Srigala, makhluk gaib dalam mimpiku itu, selalu datang bila aku dalam ancaman. Contoh soal, ketika aku dirampok empat penodong di kendaraanku, tengah malam di lampu merah, srigala itu datang secara tiba-tiba dan menggigit empat perampok hingga mereka terluka. Mereka lari tunggang langgang karena ketakutan pada srigala yang ganas. Srigala, anak gaibku yang tidak rela ibunya dianiaya, menderita apalagi dirampok. Ada rasa gundah gulana menggantung, dan ada rasa haru yang dalam di batinku, begitu aku tahu bahwa dia selalu membuntutiku. Juga membantuku di saat aku terdesak, terancam dan teraniaya.***
(Kisah ini diceritakan Aleta Murad kepada Tia Aweni D.Paramitha yang menulis cerita itu untuk portal-mystery.blogspot.com-Red)
         
           
         

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HAJI BULGANON HASBULLAH AMIR ORANG KAYA RAYA YANG DERMAWAN..

Dunia Supramistika Tia Aweni D.Paramitha

Pengalaman Abang Bulganon Amir Mursyid Spriritual Tangguh Yang Dapat Bisikan Masuk Neraka